Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin malam menonton film laskar pelangi di Studio 1 Blitz Megaplex, Gran Indonesia, Jakarta. SBY memuji film Laskar Pelangi, dengan menyebutnya sebagai film yang menggambarkan karakter anak bangsa yang ingin maju.
“Cerita ini mencerminkan karakter anak bangsa yang ingin maju. Saya memang belum pernah baca buku dan nonton filmnya. Tapi saya mendengar karya ini indah,” kata SBY di Studio 1 Blitz Megaplex Gran Indonesia, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Di tengah gejolak ekonomi Amerika Serikat yang ikut memengaruhi anjloknya indeks perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menyempatkan diri nonton bareng (nobar) film terbaru Laskar Pelangi.
Namun SBY mengatakan, nonton bareng ini tidak bisa dikatakan mengabaikan krisis perekonomian Amerika yang membuat BEI menghentikan lebih awal perdagangan saham, akibat penurunan indeks saham yang terlalu besar.
“Kita datang ke sini bukan untuk berpesta pora. Meskipun dunia saat ini sedang dilanda flu. Yakni krisisi keuangan. Saya berikan apresiasi yang tinggi atas lahirnya, karya seni yangt tinggi nilainya ini,” ujar SBY di Studio 1 Blitz Megaplex, Gran Indonesia, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Mengenai gejolak ekonomi, menurutnya sistem sudah seharusnya terus bekerja. Maka itu SBY mengajak bangsa Indonesia untuk mengembangkan produk dalam negeri dan ekonomi yang kreatif.
“Perfilman ini termasuk dari bagian ekonomi kreatif. Jangan diremehkan. Karena ini akan terus tumbuh,” katanya.
Mantan menteri koordinator politik dan keamanan era Presiden Megawati ini memaparkan pada tahun 2002 sampai 2007, ekonomi kreatif sudah menyumbang Rp105 triliun. Sedangkan di tahun 2006 menyumbang sebesar Rp81,5 triliun. Jadi ekonomi kreatif ini sudah menghasilkan 7 persen dari pendapatan negara.
“Ini akan meningkatkan kemampuan neraca kita. Dan 5,4 juta tenaga kerja berhasil diangkut dari ekonomi kreatif ini,” tuturnya.
Sedianya pada malam ini, sekira pukul 22.00 WIB, SBY memiliki agenda menggelar rapat terbatas bidang ekonomi di Istana untuk menanggapi krisis global akibat memburuknya perekonomian Amerika.
okezone
2 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


gw blum ntn bayarin dong
saya sudah nonton